PANDUAN BACKPACKING KE THAILAND ; 3 JUTAAN 5D-4N DI BANGKOK DAN PATTAYA! #1

Holaa.. Nice to see you guys again! I'm baaack
Blog saya kali ini akan sedikit berbeda, karena saya ingin membagi informasi tentang trip saya kemarin.

Yes, backpacking!! Siapa yang tidak tahu travelling dengan cara ini? Saya sih yakin hampir semua orang sudah mengetahui apa yang disebut dengan backpacking. 

Oke bagi yang tidak tahu, based on id.wikipedia.org backpacking atau wisata beransel adalah perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau koper. Adapun barang bawaan hanya berupa tas yang digendong, pakaian secukupnya dan perlengkapan lain yang dianggap perlu. Dan orang yang melakukannya disebut backpacker. 

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 28 April saya baru saja menyelesaikan misi backpacking saya ke Thailand. Dimana ini adalah salah satu mimpi yang ingin saya wujudkan dari jaman sekolah dulu. Akhirnya setelah menunggu beberapa tahun saya bisa mewujudkannya sendiri! Maksudnya menggunakan uang hasil kerja saya sendiri.  

Langsung saja, perjalanan ini saya lakukan berdua dengan kakak saya. Dimulai hari Rabu tanggal 24 April 2019 dari stasiun Wates, Kulon Progo, Yogyakarta menuju stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat dengan harga tiket @ Rp 268.434 pembelian tiketnya kami menggunakan tiket.com. Perjalanan kurang lebih 9 jam perjalanan menggunakan kereta Senja Utama YK / 119. Dijadwalkan berangkat pukul 18.05 sampai di tujuan pukul 03.00 (lupa lebihnya berapa menit) dini hari. Sebenarnya jadwalnya meleset dari jam awal yang harusnya sampai pukul 02.43.

Di stasiun kami sudah ditunggu oleh pak sopir taksi online yang sudah dipesan beberapa jam sebelum sampai di stasiun Pasar Senen. Dan setelah itu langsung melesat ke Bandara Soetta, memakan waktu sekitar 45 menit dengan kondisi jalan bisa dibilang ramai tapi cukup lancar di beberapa titik.

*Saran saya & juga info dari pak sopirnya ; kalau mau pesan jemputan begini jika bisa dibuat sejam setelah jadwal kedatangan, misal jadwal sampainya jam 02.00 pesan jemputannya untuk jam 03.00. Ini untuk mengantisipasi jika ada keterlambatan jam kedatangan seperti kereta saya kemarin.

Setelah sampai di bandara kami langsung check-in, karena boarding ke Thailand dijadwalkan pukul 05.45. Kami tidak menambah bagasi karena alhamdulillah backpack kami hanya seberat 6,8 kg (milik saya) dan 7,3 kg (milik kakak saya) hehe. Selesai pengurusan checkin kami langsung menuju gate keberangkatan di gate D4. 

Tidak butuh waktu lama gate sudah dibuka dan kami langsung masuk. Jujur saya akui ini adalah penerbangan perdana saya! Rasanya luar biasa, pertama kali terbang langsung bermil-mil jauhnya dari rumah. Woah!

Penerbangan kami pulang pergi menggunakan Thai Lion Air. Menurut saya airlines ini tidak seburuk review orang-orang kebanyakan. Ditambah lagi dengan adanya berita yang masih hangat penumpang anak kecil yang disuruh membawa barang bawaannya sendiri oleh ground staff  Lion Air. Well, bukan ranah saya untuk berkomentar*


View dari kabin Thai Lion Air nomor penerbangan SL 119.

Kami sampai di bandara tujuan Don Mueang Bangkok sekitar pukul 10.00 waktu setempat dimana waktunya tidak berbeda dengan di Jakarta karena berada di satu zona waktu yang sama. Dan saya tidak perlu repot mengganti waktu di jam tangan saya untuk menyamakan.

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan menuju terminal Mo Chit atau Chatuchak bus terminal dengan menggunakan shuttle bus bandara dengan bus jalur A1. Tiketnya seharga @ 40฿, jika dikurskan kurang lebih sekitar Rp 18.000 dan langsung dibeli didalam bus melalui kenek yang sudah berjaga.


Bagian dalam shuttle bus dengan kenek perempuannya (memakai masker).

Terminal Mo Chit 

Kami lanjutkan lagi perjalanan menuju destinasi yang pertama yaitu Pattaya menggunakan bus no 48-24 dengan harga tiket @ 128฿ yang dibeli dari terminal. Perjalanan ditempuh sekitar 2-3 jam perjalanan. Entah kenapa jika di Indonesia saya menaiki bus sudah bisa dipastikan akan mabuk perjalanan, tapi selama di Thailand (3 kali menaiki bus) saya sama sekali tidak merasakan mual bahkan tanda-tanda akan muntah. What an achievement!

Bagian dalam bus tujuan Pattaya lengkap dengan seat belt pada masing-masing kursi.

Bus ini memiliki tujuan akhir ke terminal di Pattaya sekitar pukul 14.00 waktu setempat, yang disayangkan kami tidak mengetahui nama terminalnya. Pertama karena tidak menemukan papan nama terminal tersebut di lokasi dan lokasi di Google Maps yang tidak sesuai.

Saya sarankan jika di Google Maps muncul nama "Terminal 21" ketika mencari terminal di Pattaya, percayalah itu salah. Karena pada kenyataannya itu adalah nama sebuah mall. Dan kemarin kami juga sempat terkecoh karena mengandalkan Google Maps dan kemampuan komunikasi yang lebih menonjolkan bahasa tubuh. Disinilah pentingnya 'jangan malu bertanya, agar tidak tersesat beneran dijalan'.

Terminal 21. (source : google.com)

Kami yang awalnya lumayan bingung karena tidak menemukan si "terminal 21" seperti kata Google Maps akhirnya memutuskan untuk merebahkan diri sebentar di bangku bawah pohon sambil mencari-cari taksi atau grab yang bisa membawa kami ke tujuan berikutnya. Karena memang tarif grab dan taksi ke hotel tujuan kami yang lumayan mahal (sekitar 200฿ lebih) walau jaraknya tidak terlalu jauh. 

Akhirnya mau tidak mau saya memperhatikan deretan mobil asing di dekat kami dengan pikiran 'bisnis begini untungnya berapa ya?' tidak lain dan tidak bukan karena hampir semua turis yang turun dari bus diangkut menggunakan mobil-mobil ini. Dan yah, karena terminal sudah hampir sepi siang itu serta tidak adanya pilihan lain. Naiklah kami menggunakan kendaraan ini sampai tujuan berikutnya, dengan tarif 100฿ untuk 2 orang, bersama dengan 6 turis lain dengan negara berbeda-beda beserta koper dan bawaan mereka yang tidak hanya 1. Silahkan bayangkan sendiri.

Songthaew (source : google.com)














Comments

Popular Posts